“Mereka harus mencerminkan penampilan yang bersih dan rapi, nah ini kita sentuh dari rambutnya dulu. Biar mereka ketika melayani wisatawan itu tampilnya rapi, karena rambutnya tidak berantakan,” jelasnya.
Mutrikah mengungkapkan, rencananya, setelah kegiatan ini nantinya akan dilanjutkan dengan memperhatikan penampilan berikutnya. Termasuk, pakaian yang bersih dan bagaimana mereka menggunakan alas kaki yang pantas untuk melayani wisatawan.
Sementara itu, koordinator Barbershrog Kudus, Kristo Prabowo mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dalam penyuksesan program Sapta Wisata dan Sapta Pesono yang digagas oleh Disbudpar Kudus. Katanya, ini juga sejalan dengan kegiatan rutin yang dilakukan barbershrog tersebut dalam kegiatan jumat berkah.
“Kita emang ada kegiatan tiap sebulan sekali, kegiatan rutin untuk jumat berkah berbagi. Tidak cuma berbagi nasi, tapi (barbershrog) dengan potong rambut,” tukasnya. ***
