Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan organisasi dengan masyarakat sekaligus mempersiapkan kader agar mampu menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya.
Rangkaian kegiatan pengukuhan turut diisi dengan pembukaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab), Muskercab, dan orientasi politik. Melalui pembekalan tersebut, para pengurus diharapkan memahami arah kebijakan partai, mekanisme kerja organisasi, serta tata kelola kepengurusan.
Ida menyebut, pembentukan kader yang aktif dan terorganisasi menjadi salah satu fokus untuk mencapai target penambahan kursi DPRD pada pemilu berikutnya.
Pada Pemilu 2024, PKB Kudus memperoleh 85.819 suara dari empat daerah pemilihan (dapil). Perolehan tersebut menjadi modal organisasi dengan hasil tujuh kursi DPRD Kabupaten Kudus.
Ke depan, partai tersebut menargetkan tambahan tiga kursi. Untuk mencapai sasaran itu, konsolidasi internal, penguatan kader, serta pembentukan struktur hingga tingkat bawah akan terus dilakukan.
Selain pembenahan organisasi, Ida juga mendorong para pengurus memanfaatkan media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Threads, untuk menyampaikan kegiatan serta program partai kepada masyarakat.
Pemanfaatan media digital tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi organisasi, termasuk kepada kalangan milenial dan generasi Z.
Di sisi lain, DPC PKB Kudus berencana mengembangkan program bersama Dewan Syuro, termasuk menggelar musyawarah dengan para kiai dan ulama.
Melalui serangkaian langkah tersebut, PKB Kudus berupaya memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kapasitas kader, dan memperluas jangkauan kerja partai hingga tingkat masyarakat paling bawah. Target peningkatan perolehan menjadi 10 kursi DPRD pun menjadi salah satu sasaran yang ingin dicapai dalam agenda politik mendatang.***
