Pimpin KNPI Kudus, Agus Kurniawan Dorong Generasi Muda Lebih Produktif dan Inovatif

Ketua DPD KNPI Kabupaten Kudus, Agus Kurniawan. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

Agus menyebutkan, terdapat 35 OKP yang tergabung dalam KNPI Kudus. Organisasi tersebut di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, Muhammadiyah, serta sejumlah organisasi lainnya.

Menurut Agus, keberagaman latar belakang organisasi dapat menjadi kekuatan untuk membangun sinergi dan melahirkan program yang sesuai dengan kebutuhan pemuda di Kabupaten Kudus.

Sebelum pelantikan, KNPI Kudus juga menggelar diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) bersama Kapolres Kudus dan perwakilan OKP. Forum tersebut menjadi sarana komunikasi untuk memperkuat hubungan antarlembaga serta membahas persoalan kepemudaan.

Bacaan Lainnya

Agus menilai, tantangan generasi muda terus berubah seiring perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pola pembinaan pemuda perlu menyesuaikan kebutuhan zaman agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan mengembangkan potensi diri.

Ia juga mengingatkan agar generasi muda, khususnya Generasi Z, tidak terus-menerus mendapat penilaian negatif. Sebaliknya, mereka membutuhkan edukasi dan pendampingan agar dapat berkembang serta berkontribusi bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin terus menyalahkan Gen Z. Mereka perlu diedukasi dan didampingi agar bisa berkembang, bergerak, serta maju bersama sesuai tantangan zamannya,” jelasnya.

Selain pengembangan program, Agus menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi, termasuk apabila menerima dana hibah dari pemerintah.

Keterbukaan kepada pengurus dan seluruh OKP menjadi salah satu langkah untuk menjaga kepercayaan dan memastikan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia berharap KNPI Kudus mampu menjadi ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan memiliki daya saing.

“Kami ingin setiap program KNPI memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sehingga pemuda Kudus tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu mengembangkan potensi dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” pungkas Agus.***