KUDUS, ZONANEWS.ID – Wacana Presiden RI Prabowo Subianto yang mengusulkan penambahan bahasa asing seperti Portugis dan Prancis dalam kurikulum pendidikan dasar hingga menengah mendapat respons beragam dari kalangan pendidik.
Gagasan tersebut dinilai dapat meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat global, namun penerapannya memerlukan persiapan yang matang.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan, mengatakan bahwa penambahan mata pelajaran bahasa asing merupakan langkah positif apabila disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing daerah.
Menurutnya, kondisi sekolah di Indonesia sangat beragam sehingga kebijakan tersebut tidak dapat diterapkan secara seragam.
“Kalau arahan atau gagasan itu baik, tentu kami menyambut positif. Namun, kita harus melihat daerah mana yang memungkinkan untuk menindaklanjutinya. Tidak bisa digeneralisasikan di setiap kota, setiap sekolah, maupun setiap provinsi,” ujar Ahadi, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus mungkin memiliki kapasitas untuk menambah pembelajaran bahasa asing.
Akan tetapi, mayoritas sekolah masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan, baik dari sisi sarana, sumber daya manusia, maupun kesiapan peserta didik.
Menurut Ahadi, evaluasi terhadap pembelajaran bahasa asing yang sudah berjalan saat ini juga perlu menjadi perhatian. Ia menilai penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa asing utama masih belum mencapai hasil yang optimal di banyak sekolah.
