Perempuan yang kerap disapa Rini itu mengatakan, pengepul Camlok bersedia membeli hasil panen tembakau dari petani Kudus dengan harga jual Rp 3 ribu per kilogram untuk tembakau basah.
“Kalau harga normalnya Rp 5 ribu per kilogram untuk tembakau basah, memang saat ini harga tembakau turun,” katanya.
Selain itu, tembakau jenis Srumpung yang ditanam petani tahun ini juga akan ditawarkan ke pengepul asal Kabupaten Boyolali.
Dispertan Kudus juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pertania Provinsi Jawa Tengah untuk mengatasi masalah pemasaran hasil panen tembakau.
“Nanti kami konsultasikan ke dinas provinsi supaya petani dapat jaringan pembeli yang bersedia membeli hasil panennya,” ungkapnya.
Namun di sisi lain, ada pula petani tembakau di Kudus yang memilih menimbun hasil panennya sembari menunggu harga jual tembakau stabil.
Meski demikian, Dispertan Kudus akan terus berupaya agar produksi daun tembakau di Kudus tetap stabil dan bisa terjual dengan baik.
Selanjutnya, Dispertan Kudus juga akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk memantau hasil panen dan kendala yang dialami petani tembakau di Kudus musim ini.***
