Program T/A-50 dimaksudkan sebagai pengganti dari berbagai pesawat latih (trainer) dan serang ringan.
Program ini pada awalnya dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat latih (trainer) secara mandiri yang mampu mencapai kecepatan supersonik untuk melatih dan mempersiapkan pilot bagi pesawat KF-16 (F-16 versi Korea).
T-50 membuat Korea Selatan menjadi negara ke-12 yang mampu memproduksi sebuah pesawat tempur jet yang utuh.
Penerbangan pertama T-50 terjadi pada Agustus 2002, dan pengujian tugas operasional pertama mulai Juli 28 sampai 14 Agustus, 2003.
Di Indonesia diketahui Kementerian Pertahanan pada 2021 lalu membeli 6 pesawat T50i dari KAI.
Pembelian pesawat T50i tersebut telah dimulai kerjasama Indonesia dan KAI sejak 2014 lalu.
Sementara pada November 2021 lalu, Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Dharma “Rottweil” Gultom, S.T., MMOAS menjadi penerbang TNI AU pertama yang meraih 2000 jam terbang dengan menggunakan pesawat T50i Golden Eagle.***
