Setiap bulan, lanjut Sam’ani, hampir 30 guru di Kudus yang tercatat pensiun. Artinya, dalam setahun ada sekitar 400 guru yang diperkirakan memasuki masa pensiun. Hal ini tentunya dapat diatasi bila regrouping diterapkan.
Sam’ani menilai, meskipun saat ini terdapat efesiensi anggaran, kinerja untuk masyarakat harus tetap dimaksimalkan. Termasuk di bidang pendidikan. Guru diminta untuk tetap upgrade diri agar siap dengan gempuran zaman serta IT.
“Walaupun di tengah efesiensi anggaran, jangan lemah, jangan takut, jangan lebay. Kita evaluasi dan tingkatkan diri,” tandasnya.
Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat, termasuk guru, untuk turut serta dalam mengawal visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kudus, agar tetap sesuai dan menjalankan amanat dengan baik hingga purna nanti.
“Saya dan Mbak Belinda titip anak-anak Indonesia, anak-anak Kudus kepada Bapak dan Ibu guru. Didiklah mereka dengan setulus hati agar menjadi kader penerus bangsa dan pemimpin masa depan,” katanya. ***
