Program latihan yang diberikan tidak hanya menyasar teknik permainan. Tim pelatih juga membagi latihan berdasarkan kebutuhan fisik dan kemampuan masing-masing atlet.
Materi yang diberikan meliputi adaptasi anatomi, latihan beban, endurance atau daya tahan, serta kelincahan. Setelah itu, pemain diarahkan untuk mengembangkan teknik dasar dan penerapannya dalam permainan.
“Setiap latihan sudah terjadwal. Ada adaptasi anatomi, beban, endurance atau daya tahan, dan kelincahan. Nanti perpaduannya dengan teknik dasar,” jelas Zahrul.
Hingga kini, kesiapan tim disebut telah mencapai sekitar 60 persen. Sisa waktu persiapan akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi fisik, teknik, dan kekompakan antarpemain.
Pada Porprov sebelumnya, tim voli indoor Kudus hanya mampu menyelesaikan kompetisi di posisi keempat. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi Porprov 2026. Kali ini, target yang dipasang jauh lebih tinggi, yakni meraih medali emas.
“Untuk Porprov tahun ini kita ditargetkan untuk emas,” tegas Zahrul.
Dalam persaingan perebutan medali, Semarang menjadi salah satu daerah yang diwaspadai. Zahrul menilai Semarang memiliki materi pemain yang kuat karena banyak atletnya berasal dari klub-klub pusat.
“Untuk Semarang adalah pemain yang kebanyakan dari klub-klub pusat,” katanya.
Selain Semarang, Purwodadi juga menjadi salah satu tim yang diperhitungkan oleh Kudus.
Untuk membentuk mental bertanding, pelatih juga menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab kepada seluruh atlet. Setiap pemain diminta fokus mengikuti program latihan dan terus meningkatkan kualitas diri.
“Kita tanamkan disiplin dan tanggung jawab. Setiap latihan harus fokus supaya lebih meningkat dan lebih berkualitas,” pungkas Zahrul.***
