Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Kudus Andi Imam Santosa mengatakan, antusias masyarakat akan CFD sangat ramai. Namun pendaftaran sudah ditutup, lantaran tempat yang disediakan penuh.
“Ruas jalan yang dipakai untuk tempat berjualan sudah penuh. Kemungkinan nanti jika ada penambahan bisa dibuka kembali pendaftaran bagi PKL,” jelasnya.
Menurutnya, sesuai data yang tercatat kurang lebih ada sebanyak 500 PKL yang kini berjualan di CFD. Bahkan, masih ada pedagang yang rela mengantre untuk bisa berjualan lokasi tersebut.
“Sampai sekarang masih banyak yang bertanya, bahkan mengantre untuk bisa berjualan di CFD. Jadi ketika ada kekosongan lapak baru mereka kami tawari untuk berjualan di situ,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang fashion di CFD, Muhammad Ridlo Aisy warga Desa Melati, Kecamatan Kota, mengaku sangat senang bisa berjualan di CFD. Pasalnya, dengan berjualan saat CFD ia memperoleh pemasukan tambahan.
“Lumayan, bisa jual beberapa produk hanya dalam waktu 4 jam,” tandasnya.
Diketahui, CFD di Kudus sendiri telah berlangsung sejak 29 Mei lalu setelah ditiadakan selama dua tahun lantaran adanya pandemi Covid-19.***
