Pentas tersebut, kata Naily, juga mengedukasi anak untuk tidak kecanduan gadget. Mengurangi bermain handphone supaya tidak kecanduan dan berdampak negatif pada anak.
“Dulu sebelum ada HP, banyak anak-anak yang suka bermain permainan tradisional, geguyuban. Sekarang ada hp malah pada main hp dan banyak dampak negatifnya,” imbuhnya.
Senada dengan Naily, Laana Nafisatus Suroyya sebagai pelatih pentas juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya pentas tersebut banyak dampak positifnya. Selain menghindarkan anak pada kecanduan gadget, juga bisa mengenalkan permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan.
“Mengasah anak percaya diri, berani tampil di depan dan menggerakkan fisik anak. Itu juga berdampak baik pada kesehatan,” katanya.
Ia berharap, pentas tersebut dapat menjadi edukasi, tidak hanya pada anak, tetapi juga masyarakat sekitar.
“Misalnya diaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah, atau di desa-desa, dimunculkan lagi permainan tradisional, supaya anak juga mengenal dan melestarikannya,” pungkas Laana.(***)
