“Pembicaaraan awal bahwa kita disesuaikan dengan penyerahan (lahan) dulu. Ini kan statusnya sewa, kemarin untuk parkir tapi tidak maksimal. Makanya diserahkan pengeolalaan di RSUD, proses penyerahan tanggungjawab pengelolaan di RSUD,” ujarnya.
Untuk racangan desain bangunan telah disiapkan. Akan tetapi, dr. Hakam menegaskan bahwa pembangunan fisik belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab, tahun ini akan dilakukan perampungan untuk tahap DED.
“Untuk anggaran, tadi disinggun Pak Bupati kalau pakai BLUD. Berhubungan dengan rencanan pembangunan yang tidak bisa setahun, dan butuh tiga sampai empat tahun, maka belum bisa memproyeksikan kebutuhan anggarannya berapa,” tambahnya.
Kendati demikian, pihaknya mengungkapkan bahwa target awal untuk pembangunan dasar membutuhkan anggaran Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar. Nantinya, dua lantai bahwa akan difungsikan sebagai basement.
Saat ini, kapasitas parkir di RSUD Kudus hanya bisa menampung 100 hingga 200 kendaraan. Sedangkan, bila mengaca dari kapasitas tempat tidur pasien yang lebih dari 350 tempat tidur, seharusnya lahan parkir juga berkapasitas sama.
“Karena parkir di RSUD kurang, sehingga kita berpikir untuk ditambahi. Rencananya parkir di dua lantai,” tambahnya. ***
