Pengadaan Mesin Pelinting Rokok KIHT Kudus Mundur

Buruh rokok di Kabupaten Kudus sedang sibuk bekerja memproduksi Sigaret Kretek Tangan (SKT). (NILA).

Pihaknya mengungkapkan, nilai dolar yang mengalami kenaikan menjadi salah satu alasan mesin pelinting rokok belum juga sampai Kudus. Rini mengungkapkan, Disnaker mendapatkan anggaran sebesar Rp 2,9 miliar untuk membeli mesin saat nilai dolar masih sekitar Rp 14.500. Namun saat nilai dolar naik seperti sekarang menjadi sekitar Rp 15.470, tidak ada penambahan anggaran.

“Anggaran kita tidak berubah, tapi nilai dolar naik. Jadi kita takutkan anggaran kita tidak cukup,” ungkap Rini.

Pihaknya berharap, dengan adanya mesin tersebut, Industri Kecil Menengah (IKM) di KIHT nantinya bisa memproduksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) seperti pabrik-pabrik rokok besar lainnya di Kudus.

Bacaan Lainnya

Sebagai informasi, jenis mesin SKM yang dipesan Disnakerperinkop Kudus adalah MK8. Persyaratan untuk pengadaan alat ini pun sudah terpenuhi. Dengan mesin tersebut, diperkirakan bisa menghasilkan SKM sebanyak 1.500 batang tiap menitnya. ***