Pendirian Klinik hingga Perguruan Tinggi Jadi Program Strategis PCNU Kudus Periode 2024-2029

Pelantikan Lembaga di PCNU Kudus masa khidmah 2024-2029 yang berlangsung di Pondok Tahfidh Putri Yanbu'ul Qur'an 2 pada Senin, 27 Januari 2025. (ZONANEWS.ID)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus periode 2024-2029 memiliki 9 program strategis selama berkhidmat. Pendirian klinik kesehatan hingga perguruan tinggi NU termasuk dalam program strategis tersebut.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Peringatan Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama dan Pelantikan Lembaga serta Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Kudus yang berlangsung di Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 pada Senin, 27 Januari 2025.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus, KH Asyrofi Masyitho menyampaikan, selama masa khidmat 2024-2029 PCNU Kudus memiliki visi revitalisasi nilai-nilai aswaja an-nahdliyyah dalam kolaborasi khidmah dan barokah menuju Kudus maslahah.

Bacaan Lainnya

Kemudian misinya yaitu merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program secara berkesinambungan dalam siklus refleksi, aksi, dan evaluasi.

“Pembangunan NU Center menjadi prioritas kami. Jika sebelumnya ada kesalahan administrasi, kali ini akan kami tata lebih lagi sebaik-baiknya,” kata KH Asyrofi usai kegiatan.

Pihaknya melanjutkan, PCNU Kudus 2024-2029 juga memiliki 9 program strategis yang akan diwujudkan.

Pertama, revitaslisasi nilai-nilai Ahlussunah wal jamaah annahdliyah. Kedua, penataan infrastruktur dan perbaikan manajemen program. Ketiga, kemandirian jam’iyyah dan jamaah. Keempat, peningkatan kualitas pendidikan dan pesantrean.

KH Asyrofi menilai, kualitas pendidikan dan pesantren di Kabupaten Kudus sudah berjalan sangat baik. Namun PCNU tetap ingin mendukung dengan mendirikan perguruan tinggi yang juga menjadi salah satu program strategis 5 tahun ke deoan.

“Secepatnya kami akan membentuk tim dan berkoordinasi dengan banyak pihak termasuk dengan Kemdiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia,” ujarnya.

“Targetnya, di periode ini bisa diwujudukan. Tahunnya kapan, menunggu perkembangan,” terang KH Asyrofi.