Kemudian untuk pendapatan transfer, berasal dari pemerintah pusat, dana transfer umum (DTU), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dan insentif daerah (DID), pendapatan transfer antar daerah, bagi hasil pajak, dan bantuan keuangan khusu dari pemerintah daerah provinsi.
Dengan realisasi Rp 1,6 triliun di satu bulan menjelang akhir tahun 2022, Eko optimis target pendapatan bisa tercapai. Kendati ada beberapa sektor pendapatan yang diyakinkan tidak akan mencapai target hingga tutup tahun.
“Kita secara total kan sudah 89 persen mencapai target. Artinya tinggal 11 persen lagi. Kami optimis di sebulan terakhir ini tercapai,” ucapnya.
Masih kata Eko, selama ini BPPKAD Kudus sudah semaksimal mungkin membantu agar organisasi perangkat daerah (OPD) bisa mencapai target pendapatan yang dibebankan. Bahkan setiap bulan sekali selalu ada evaluasi rutin untuk memacu agar semua bisa sesuai target.
Tapi karena retribusi daerah juga terdiri dari beberapa OPD yang mengampu, jadi memang perlu ada komunikasi lebih dalam.***
