Penampakan Limbah di Aliran Sawah Undaan Kudus, Ponpes Beri Penjelasan

Penampakan limbah aliran irigasi petani di Ngemplak, Kalirejo, Undaan, Kudus. (Elang)

Dalam kesepakatan, pihak Pemdes Kalirejo memberikan bantuan berupa pralon untuk saluran pembuangan air tersebut.

Sementara dari pihak pondok sendiri, menyediakan pompa air sebagai alat pengalihan air ke sungai.

Terkait Ponpes yang disebut sumber limbah, Isomuddin menjelaskan limbah domestik tidak hanya berasal dari aliran air Pesantren Nurul Asna, tapi juga saluran air milik warga khususnya warga RT 4 dan 5.

Bacaan Lainnya

“Jadi, hampir tiga RT mengalirkan ke situ, tidak cuma dari pondok saja. Coba 3 RT itu berapa KK? Dan itu bertemu di satu jalur yang menuju ke Timur karena tidak adanya jalur harusnya ke mana. Sehingga tetap ada aliran ke lahan petani, karena memang tidak dari pondok saja. Dengan adanya pompa hasil mediasi kemarin, aliran dari pondok sekarang langsung ke sungai,” tandasnya.

Tak hanya itu, menurut Isomuddin bocornya PDAM juga menjadi salah satu penyebab aliran air ke lahan pertanian warga tidak pernah berhenti.

Dia juga mengatakan santri Pondok Pesantren Nurul Asna, pihaknya mengaku tidak sampai setengah jumlah santri di sini yang mencuci secara mandiri, melainkan kebanyakan menggunakan jasa laundry.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku bahwa untuk saluran pembuangan yang dipermasalahkan memang pembuangan satu jalur dari beberapa RT.

Terlebih, jalur pembuangan air tersebut tujuannya dinilai tidak jelas ke mana.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pembuangan air diatur secara terstruktur melalui Dinas terkait dengan membangun irigasi, supaya masyarakat tidak memikirkan masalah yang semestinya dipikirkan pemerintah melalui dinas terkait.

“Kita pondok pesantren ya sebagai masyarakat juga. Dan masyarakat memerlukan fasilitas yang di mana termasuk pembuangan air, yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat,” pungkasnya.***