Sebab itu, Hartopo berharap semua pihak saling bersinergi memastikan asupan gizi setiap balita di wilayahnya sudah sesuai, terlebih orang tua agar tidak abai terhadap asupan gizi anaknya. Sehingga upaya menurunkan angka stunting bisa terwujud maksimal.
Di samping itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah Eka Sulistya Ediningsih mengungkapkan, angka stunting di Jawa Tengah menurut survei hingga akhir tahun 2022 adalah 20,8 persen. Di mana 11 persennya berada di eks Karesidenan Pati.
“Ini perlu perhatian bersama untuk penurunan stunting,” katanya.
Berbagai langkah telah dirancang agar angka stunting semakin turun. Terlebih menurut Eka, penurunan stunting menjadi program semua pemerintah daerah.
Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting diantaranya dengan memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, memberi ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bukan didampingi dengan makanan pendamping ASI, terus memantau tumbuh kembang anak, hingga selalu menjaga kebersihan lingkungan.***
