Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa CJIBF menjadi momentum untuk mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor secara langsung.
Ia menilai investasi mempunyai peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian sekaligus menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.
“CJIBF ini menjadi momentum untuk mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor. Kami ingin investasi di Jawa Tengah terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian,” kata Ahmad Luthfi.
Dari pemerintah pusat, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnaen mengatakan, investasi masih menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen. Sementara realisasi investasi nasional hingga semester I 2026 mencapai sekitar Rp1.010 triliun, tumbuh sekitar 7,1–7,2 persen.
Realisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai target investasi nasional sebesar Rp1.200 triliun pada 2026.
“Di tengah kondisi ekonomi global yang sedang penuh ketidakpastian, investasi kita masih tumbuh cukup cepat. Ini menunjukkan bahwa investasi betul-betul menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia,” ungkap Ichsan.
Ichsan juga menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Umum Penanaman Modal (RUPM) yang nantinya menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun arah kebijakan investasi. RUPM tersebut diproyeksikan menjadi pedoman hingga 2045 setelah proses penetapan dan tindak lanjut regulasi selesai.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Sakina Rosellasari menambahkan, proyek yang ditawarkan dalam CJIBF telah melalui proses kurasi. Selain proyek IPRO, peluang investasi juga diarahkan pada sejumlah kawasan ekonomi dan industri strategis di Jawa Tengah.
“Kami terus melakukan pendekatan kepada calon investor dan mempertemukan mereka dengan pemilik proyek. Harapannya, kepeminatan yang muncul dalam forum ini dapat berlanjut menjadi realisasi investasi di Jawa Tengah,” jelas Sakina.***
