12 Atlet Disiapkan, Anggar Kudus Matangkan Strategi Menuju Porprov Jateng 2026

Cabang olahraga (Cabor) Anggar Kudus terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Cabang olahraga (Cabor) Anggar Kudus terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026.

Sebanyak 12 atlet dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kudus dengan target meraih dua medali emas dalam ajang tersebut.

Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kudus sekaligus Pelatih Kepala Anggar Kudus, Imam Kuncoro, mengatakan pemusatan latihan atau training camp (TC) telah dimulai sejak Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Latihan dilakukan secara rutin empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Program latihan mencakup peningkatan kondisi fisik, teknik, hingga kecepatan atlet.

“Persiapan sudah lebih dari 60 persen. Kami terus meningkatkan fisik, teknik, dan kecepatan atlet,” ujar Imam, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dari 12 atlet yang disiapkan, atlet putra akan turun di tiga nomor, yakni foil, epee, dan sabel. Sementara atlet putri lolos di dua nomor, yaitu foil atau floret dan epee.

Nomor foil menjadi andalan IKASI Kudus untuk mendulang medali. Dua emas ditargetkan dapat diraih dari nomor foil individu dan beregu putra.

“Target kami dua emas dari nomor foil, individu dan beregu putra,” katanya.

Target tersebut menjadi peningkatan dari capaian pada Porprov 2023. Kala itu, kontingen anggar Kudus mengoleksi lima medali yang terdiri dari dua perak dan tiga perunggu.

Imam menyebut Porprov Jateng 2026 menjadi keikutsertaan keempat bagi cabang olahraga anggar Kudus. Pada Porprov sebelumnya, Kudus juga konsisten membawa pulang lima medali.

Di Banyumas, Kudus meraih dua perak dan tiga perunggu. Kemudian di Solo, anggar Kudus berhasil membawa pulang dua emas, satu perak, dan dua perunggu. Sedangkan saat Porprov berlangsung di Kudus, kontingen anggar meraih dua perak dan tiga perunggu.

Untuk komposisi atlet, mayoritas peserta yang dipersiapkan berusia 18 tahun ke atas. Tidak seluruh atlet berstatus pelajar karena sebagian sudah memasuki usia dewasa.