Pada kesempatan itu juga dihadirkan pengrajin Caping Kalo dari Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus. Pengrajin satu-satunya yang masih menekuni warisan keluarga membuat caping kalo itu, juga mendapatkan apresiasi dari Pj Bupati Kudus.
“Tentunya harapan kami anak anak muda banyak yang lebih tertarik untuk menekuni kerajinan dan seni ini,” ujarnya.
Sementara itu, JB. Iwan Sulistyo secara pribadi memberikan pujian kepada pengrajin caping kalo, yakni Rudipah dan Kamto yang masih melestarikan warisan keluarga yang hampir punah di Kota Kretek ini.
Menurutnya, pembuatan caping kalo tidak mudah dan butuh ketelitian yang tinggi. Melihat tangan Rudipah yang mahir dalam menganyam caping kalo secara manual itu pun dinilainya seperti gerakan seni. Oleh karena itu, Ia mengabadikannya dalam sebuah lukisan.
“Totalitas menciptakannya, kalau melihat tangan Bu Rudipah sudah kayak gerakan seni juga, mesin kalah, dan hebat, dan hasil yang dihasilkan bahkan tidak hampir tidak masuk akal,” katanya. ***
