Fariq menambahkan, masyarakat Dukuh Kambangan sudah menerima sosialisasi terkait mitigasi bencana dari pemerintah desa setempat. Dalam sosialisasi itu, juga dijelaskan terkait kesiapan zona aman dan jalur evakuasi.
“Jadi, saat terjadi bencana bisa mempercepat proses evakuasi, dan dapat meminimalisir timbulkan korban jiwa,” tuturnya.
Lebih lanjut, Fariq mengatakan bahwa ada wilayah lainnya di Gebog yang menjadi langganan bencana tanah longsor, yaitu Desa Rahtawu. Namun menurutnya, intensitasnya lebih kecil dibanding yang terjadi di Dukuh Kambangan, Desa Menawan.
Meski begitu, Pemcam Gebog bersama Pemdes setempat tetap melakukan mitigasi bencana di Desa Rahtawu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengimbau kepada masyarakat Kudus, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana agar melakukan mitigasi bencana memasuki musim penghujan tahun ini.
“Saya imbau agar masyarakat siap siaga menjelang musim penghujan,” kata Bergas yang juga sebagai Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah.***
