Sementara itu, Pelakasana Pembangunan Kolam Retensi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Fuad mengungkapkan, kolam retensi dapat beroperasi pada 31 Desember 2024 sesuai kontrak yang telah ditetapkan.
“Total area kolam retensi ini hampir 5 hektar dengan kapasitas 200.000 meter kubik dan dirancang untuk menampung aliran air dari kawasan seluas 7 kilometer persegi,” jelasnya.
Ia melanjutkan, dari bencana banjir yang terjadi beberapa tahun terakhir membawa dampak genangan-genangan air di sejumlah titik lokasi.
Genangan-genangan itu pun telah diperhitungkan oleh pihak BBWS Pemali Juwana bisa masuk ke kolam retensi ketika musim hujan mengguyur wilayah Kecamatan Jati, Kudus.
“Desain pompa kami tidak terpengaruh oleh muka air atau elevasi dari Sungai Wulan. Jadi kapanpun bisa dioperasikan tanpa terpengaruh muka air Sungai Wulan,” terangnya.
“Jadi genangan air bisa langusng masuk kolam retensi tanpa menunggu (debit) Sungai Wulan turun,” tegas Fuad.
Fuad melanjutkan, sejumlah titik drainase di Kecamatan Jati yang sebelumnya memiliki lebar 2-3 meter mulai diperlebar menjadi sekitar 10 meter.
Secara gravitasi, aliran genangan itu dikatakan Fuad akan mengalir ke kolam retensi.
Selain itu, BBWS Pemali Juwana juga menyiapkan dua pintu air yang berada di dekat jembatan dan hulu, manakala debit Sungai Wulan rendah pompa tidak diaktifkan dan air bisa langsung lewat pintu.
“Tapi ketika elevasi Sungai Wulan tinggi, pintu ditutup dan pompa naik (diaktifkan). Jadi semua elevasi ari drainase, semuanya terbuang ke kolam retensi,” terangnya.
Fuad melanjutkan, semua proyek ini bersumber dari APBN tahun anggaran 2024 dengan total 370 miliar rupiah. Bukan hanya untuk pembangunan kolam retensi, tapi juga untuk pengadaan 5 unit pompa berskala besar, pembangunan tanggul, pembangunan rumah pompa, dan lainnya.
Dirinya berharap, dengan semua proyek tersebut, bencana banjir yang sering melanda wilayah Kecamatan Jati, Kudus bisa diminimalisir.***
