Pelajar Disabilitas Buktikan Semangat Berkarya Lewat Pelatihan Ecoprint di Arpusda Kudus

Produk ecoprint hasil karya pelajar disabilitas dari SLB Negeri Kaliwungu usai mengikuti pelatihan di Arpusda Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

Kegiatan pembuatan ecoprint merupakan kali pertama diagendakan oleh sekolah setempat. Namun, untuk outing class pembuatan produk sudah sering dilakukan, salah satunya membuat batik, bekerjasama dengan pengrajin batik di Kudus.

“Untuk kesulitan dari anak-anak tidak ada, mungkin ada yang emosional saja. Karena pembuatan ecoprint harus diketok-ketok pakai palu, itu ada yang sampai keras. Jadi kelihatan ada yang sabar dan ada yang emosional,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arpusda Kudus, Mutrikah menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk mengenalkan kepada siswa SLB bahwa di Kudus memiliki perpustakaan daerah. Selain itu, untuk memberdayakan mereka agar mandiri berkarya.

Bacaan Lainnya

“Karena selain membekali keterampilan, kita juga ingin mengenalkan perpustakaan daerah kepada mereka, budaya literasi di kalangan pelajar SLB,” tuturnya.

Ia merasa senang bisa melihat para pelajar antusias dalam setiap proses pembuatan ecoprint. Hasil karya mereka, berupa tote bag, juga dinilai sangat bagus. Mutrikah menyebut, kegiatan ini akan terus berlanjut.

“Ke depan akan kita agendakan lagi, mungkin dengan materi yang lain, seperti membuat design, karena hari ini kan hanya proses membuat tapi design tidak detail. Harapannya karya mereka ini bisa bernilai jual juga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mutrikah melanjutkan bahwa pengenalan perpustakaan di kalangan pelajar dilakukan melalui berbagai program. Selain pelatihan, Dinas Arpusda juga menjadwalkan rutin program perpustakaan keliling di sekolah. ***