Pasutri Penjual Kerupuk Keliling di Kudus Senang Bisa Naik haji

Wagiran (68) dan sang istri Sripurwati (59), saat ditemui di kediamannya di DEsa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus. (MIA)

Meski pendapatan mereka tak sebanyak kerja kantoran, namun tetap konsisten dalam pekerjaannya dan perinsip mencari rezeki yang halal mampu mengantarkan mereka untuk ibadah haji.

“Seadanya uang saya kumpulin, uang-uang koin itu Rp 500-an sampai Rp 1000-an setiap harinya dari hasil berjualan dan bekerja. Kalau ada ya kumpulin kalau ga ada ya sudah,” kata Sripurwati, Kamis, 8 Juni 2023.

Sampai akhirnya bisa terkumpul tabungan lebih dari Rp 17 juta, mereka kemudian mendaftar haji untuk dua orang. Lalu, pada tahun 2020, mereka  mendapatkan pengumuman berangkat haji, namun harus tertunda karena saat itu tengah terjadi pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya

Disela-sela mereka menunggu kabar keberangkatan, doa-doa terus dia lantunkan hingga mempelajari tata cara beribadah haji. Meski begitu, mereka juga tetap konsisten bekerja seperti hari-hari biasanya.

“Kami kloter 87, rencana berangkat tanggal 18 Juni tapi belum tahu juga karena kadang mundur jadwalnya,” jelasnya. ***