“Apakah itu tentang pembangunan jalan, rehab rumah tidak layak huni, atau yang lainnya, tergantung permintaan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai informasi, TMMD yang mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah” ini sukses merealisasikan berbagai pembangunan.
Di antaranya betonisasi JUT di Dukuh Sudo sepanjang 1.250 meter, lebar 3 meter, dan tebal 0,15 meter.
Lalu ada pembuatan jembatan penghubung Dukuh Sudo dengan Dukuh Masin dengan panjang 12 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 6 meter.
Termasuk rehab 6 unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta rehabilitasi 4 tempat ibadah, pembuatan sumur bor 6 unit, dan jambanisasi 20 unit.
Bupati Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menyoroti dampak signifikan dari pembangunan yang telah dilakukan, terutama pada sektor pertanian.
“Program TMMD ini membuka akses pertanian, sehingga distribusi hasil panen seperti tebu, ketela, dan empon-empon semakin lancar,” kata Bupati.
“Dengan demikian, penghasilan meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga ikut terangkat,” imbuhnya.
TMMD Reguler ke-125 tahun 2025 di Desa Kandangmas dimulai pada 23 Juli 2025. Program ini resmi ditutup pada 21 Agustus 2025.***
