Panahan Kudus Matangkan Persiapan Porprov Jateng 2026, Tiga Atlet Siap Turun di Nomor Compound

Atlet panahan, Rafli Hermawan Prayitno saat tengah menjalani latihan persiapan menjelang Porprov Jateng 2026. (Foto: Istimewa)

“Latihan teknik kami awali dengan blank shoot, kemudian dilanjutkan drill di jarak 50 meter,” ungkap Vera.

Ketika tidak bisa berlatih langsung di lapangan, atlet tetap diberikan tugas latihan mandiri di rumah. Salah satunya berupa latihan menggunakan karet untuk menjaga kekuatan dan kondisi fisik.

Dari sisi pengalaman, ketiga atlet yang dipersiapkan memiliki jam terbang berbeda. Salah satu atlet putra yang sudah bekerja merupakan atlet senior yang sebelumnya telah mengikuti sejumlah kejuaraan, termasuk Porprov.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, satu atlet putra lainnya sudah dua kali mengikuti Porprov. Adapun atlet putri akan menjalani pengalaman pertamanya di ajang Porprov.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang diharapkan dapat membantu atlet tampil lebih siap ketika menghadapi persaingan di arena pertandingan.

Pada Porprov sebelumnya, Perpani Kudus belum berhasil meraih medali. Kondisi itu menjadi evaluasi untuk memperbaiki hasil pada penyelenggaraan tahun ini.

Vera pun memilih memasang target yang realistis bagi tiga atletnya. Perpani Kudus membidik satu medali perak dan satu medali perunggu.

“Target tahun ini satu perak dan satu perunggu,” ujarnya.

Selain teknik dan fisik, aspek mental juga menjadi perhatian dalam persiapan. Atlet diberikan latihan meditasi untuk membantu meningkatkan konsentrasi dan menjaga ketenangan sebelum bertanding.

“Kami memberikan latihan meditasi, terutama sebelum mereka tidur,” kata Vera.

Pelatih juga memberikan tantangan kepada dua atlet yang berada di Kudus untuk meningkatkan perolehan skor. Hal itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi nomor mix team.

Dengan waktu persiapan yang terus berjalan menuju Porprov Jateng 2026, Perpani Kudus akan memaksimalkan latihan pada tahap akhir. Ketiga atlet diharapkan mampu menjaga konsistensi dan menunjukkan kemampuan terbaik saat pertandingan berlangsung.

“Kami fokus pada drill dan konsistensi latihan agar mereka bisa mendapatkan medali,” pungkasnya.***