Dengan adanya pameran bonsai, pihaknya berharap akan muncul lebih banyak lagi pecinta miniatur pohon ini di Kabupaten Kudus dan daerah-daerah lainnya. Di samping itu, sebagai bentuk regenerasi kepada anak-anak muda.
“Kita juga ada kegiatan edukasi, kita berikan pelatihan terkait bagaimana membuat sampai merawat tanaman bonsai,” tandasnya.
Sementara itu, Sub Koordinator Bidang Promosi Bidang Pariwisata Disbudpar Kudus, Esti Aristiana turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran bonsai. Kegiatan ini menjadi magnet wisata tersendiri untuk Kota Kretek.
“Ini adalah salah satu bentuk seni merawat tanaman, yang banyak penggemarnya di Kudus,” katanya.
Disbudpar berharap selain komunitas bonsai terus solid dan berkembang dalam kreativitas seni bonsai, kegiatan Pameran Bonsai juga dapat turut serta dalam mempromosikan sektor pariwisata Kudus ke kancah nasional.
“Dan penyelenggaraan pameran bonsai tahun berikutnya dinaikkan levelnya dan diikuti peserta dari berbagai wilayah, sehingga dapat menjadi sebuah event pariwisata yang unik dan menarik,” tuturnya. ***
