Muna mengaku, selepas pandemi covid-19 penyelenggaraan event di Warkoba memang berkurang, Namun, ia tetap konsisten menjalankan bisnis kopi ini. Pandemi, kata dia, memang mengubah banyak hal di kedainya.
“Ramai-ramainya event itu memang sebelum pandemi, ada diskusi, bedah buku, live musik, thrifting, hingga kegiatan mahasiswa,” ujar lelaki asal di Pasuruan Lor, Jati Kudus itu.
Konsep vintage indoor dan outdoor di Warkoba ini menjadi suasana yang menarik bagi para penikmat kopi, termasuk Andika Fajar. Menurutnya, Warkoba cukup nyaman untuk nongkrong dan diskusi.
Selain itu, kata dia, harga kopi di kedainya juga terjangkau. Terlebih untuk kantong mahasiswa dan pelajar.
“Cukup asyik, tempatnya juga nyaman dan santai. Ngobrol di suasana ala-ala vintage ini memang enak,” ujar Andika. (***)
Warkoba Kudus, Kedai Kopi yang Asyik Buat Nongkrong Hingga Baca Buku
