Musthofa Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Kudus, Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal di Tengah Arus Globalisasi

Anggota MPR RI, Dr. H. Musthofa, SE., MM menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI dihadapan tokoh masyarakat Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus di Desa Loram Wetan, Minggu 25/5/2025, (Foto: Ucil)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Anggota MPR RI, Dr. H. Musthofa, SE., MM menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dihadiri sekitar 150 tokoh masyarakat dari Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Acara berlangsung pada Minggu pagi, 25 Mei 2025, bertempat di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Dalam paparannya, Dr. Musthofa menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, keempat pilar tersebut merupakan fondasi utama dalam menjaga jati diri dan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah derasnya arus globalisasi.

Bacaan Lainnya

“Globalisasi adalah keniscayaan. Tapi kita tidak boleh kehilangan jati diri. Justru di sinilah pentingnya peran kearifan lokal sebagai filter dari dampak negatif globalisasi,” ungkap Musthofa di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Musthofa menjelaskan bahwa globalisasi bukan sekadar pertukaran informasi dan teknologi antarbangsa, tetapi juga membawa serta nilai dan budaya asing yang bisa saja bertabrakan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Dalam konteks itu, Empat Pilar menjadi pegangan moral dan ideologis yang sangat relevan untuk memperkuat ketahanan budaya dan sosial masyarakat Indonesia.

Ia juga menyoroti kondisi budaya bangsa Indonesia yang semakin berada dalam dilema. Di satu sisi, arus global membuka akses informasi dan kemajuan, namun di sisi lain kerap menggerus nilai-nilai lokal yang selama ini menjadi kekuatan khas Indonesia.

“Jangan sampai budaya kita, yang kaya akan nilai luhur dan kearifan lokal, justru hilang ditelan modernisasi. Masyarakat harus cerdas memilih dan menyaring informasi serta budaya yang masuk,” tambahnya.

Para peserta yang hadir menyambut baik materi sosialisasi ini. Mereka mengapresiasi upaya Musthofa dalam memberikan pemahaman yang menyeluruh terkait tantangan zaman dan pentingnya mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.

Selain menyampaikan materi utama, Musthofa juga berdialog dengan para peserta. Ia menyampaikan bahwa masyarakat harus memiliki keberanian untuk mempertahankan identitas bangsa sekaligus bersikap terbuka terhadap perkembangan zaman secara selektif.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB itu berlangsung interaktif. Para tokoh masyarakat antusias menyampaikan pendapat dan harapan mereka agar kegiatan serupa terus digelar secara berkala untuk memperkuat wawasan kebangsaan masyarakat akar rumput.

Di akhir acara, Musthofa menegaskan bahwa keberagaman budaya lokal Indonesia yang menyatu dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika justru merupakan modal besar untuk bertahan dan unggul dalam era global.

“Empat Pilar bukan hanya teori, tapi panduan hidup bagi setiap warga negara untuk menjaga persatuan, menghadapi tantangan zaman, dan tetap menjadi bangsa yang bermartabat,” pungkasnya.

Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa, serta menjadikan budaya lokal sebagai benteng pertahanan menghadapi arus globalisasi yang tak terbendung. (***)