“Ini bagian dari rasa hormat kita kepada para kiai dan wali. Nilai-nilai ini yang harus terus dijaga dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, ia melihat potensi besar Sewu Kupat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil yang terlibat dalam setiap perayaan.
“Momentum seperti ini harus bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi warga. Pedagang, UMKM, semuanya bisa ikut merasakan dampaknya,” ungkapnya.
Untuk itu, Musthofa mendorong adanya pengembangan konsep yang lebih matang agar Sewu Kupat tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu menembus skala yang lebih luas.
Ia pun berharap tradisi Sewu Kupat tetap terjaga melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor.
“Yang penting kebersamaan terus dijaga. Dengan begitu, Sewu Kupat akan tetap hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.***
