Dalam menyukseskan agenda ini, pihaknya KBPW bekerjasama dengan Dirjen Kemendikbud RI, Dinas Budaya dan Pariwisata kab. Kudus, Dinas Kominfo Kudus, dan beberapa instansi pendidikan di Kudus. Melalui event ini, ia ingin geliat perfilman di Kudus juga semakin maju dan berkembang.
“Geliat film di Kudus juga belum seramai kota-kota lainnya, kami ingin menggiatkan para pelaku film di Kudus dan sekitarnya,” terangnya.
Sebagai informasi, kegiatan MCC dan Festival Film Folklor Muria 2023 in dibuka secara gratis. Selain itu, peserta yang terdaftar dengan 10 proposal film terbaik akan mendapatkan dana operasional produksi dengan total sebesar Rp 25 juta.
“Syaratnya, peserta menyerahkan proposal sederhana pada link yang sudah disediakan, jika layak difilmkan akan menerima hadiah produksi Rp 25 juta untuk 10 peserta,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, agenda ini bisa menjadi sarana untuk lebih menguatkan sinergi antara kebudayaan dan folklor.
“Folklor kuno dikembangkan menjadi kini, digitalisasi dan visualisasi folklor, serta ekosistem Muria tumbuh di berbagai bidang, seni, alam, budaya, UMKM dan sebagainya,” harapnya. (***)
