“Resiko parkir liar itu besar, dari kehilangan aki, solar, besi hingga kecelakaan, dan parahnya lagi malah kami yang disalahkan,” sebutnya.
Untuk itu, Anam bersama paguyuban sopir truk lainnya meminta pemerintah agar disediakan pangkalan parkir. Mereka mengusulkan lokasi di Jalan Lingkar Selatan Pati, dekat Tugu Bandeng, yang telah dikomunikasikan dengan pihak pemerintah.
“Kalau untuk lokasi kami sudah dapat di sekitar Tugu Bandeng, kami sudah koordinasi dengan Pak Inggi dari pemerintah tersebut. Tapi anggaran dari pemerintah belum ada. Intinya kami hanya perlu pangkalan untuk pemilik truk,” tandasnya.
Dalam aksi tersebut, para pendemo diarahkan untuk menemui anggota DPRD Pati dan dinas terkait di ruang rapat Komisi C DPRD Pati. Kepala Dinas Perhubungan Pati, Teguh Widiyatmoko, menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengecek pangkalan sementara di Jalan Lingkar Pati, tepatnya di Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo.
“Paling tidak dalam waktu dekat kita carikan lokasi sementara parkir teman-teman pengemudi truk. Kami juga beberapa lokasi alternatif seperti di Sukokulon, Margorejo, tiga hektare nanti akan kita cek lokasinya, apakah layak atau tidak untuk parkir sementara,” katanya.
Hasil audiensi dengan sopir, anggota DPRD, dan dinas terkait menunjukkan bahwa anggaran untuk pangkalan truk akan dialokasikan pada tahun 2025 mendatang.
“Kita upayakan di tahun 2025 ada alokasi anggaran walaupun belum full jadi pangkalan truk karena butuh anggaran sangat besar,” sebutnya.
Usai mediasi, seratusan pendemo tersebut akhirnya membubarkan diri dengan damai dan akan menantikan janji pemerintah tersebut. Truk yang sebelumnya diparkir di depan kantor Bupati Pati mulai beranjak meninggalkan lokasi. (***)
