Mengenang Sang Dokter Berhati Mulia, Bupati Kudus Ziarah ke Makam dr. Ramelan di Hari Jadi ke-477

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris melangsungkan ziarah di makam dokter legendaris berhati mulia bagi masyarakat Kudus, Dokter Ramelan. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

“Ada tambahan Dokter Ramelan. Dokter Ramelan niku istilahnya jaman ndisik (zaman dahulu) itu dokter yang berjasa, dokter yang sosial tinggi sekali. Jaman dahulu,” ceritanya.

Ramelan sendiri lahir di Kabupaten Demak pada pada 27 Januari 1901. Dia mengenyam pendidikannya di Geneeskundige Hoge School atau Sekolah Tinggi Kedokteran di Jakarta.

Setelah tamat sekolah, Ramelan aktif sebagai dokter negeri. Dia ditugaskan sebagai dokter pemerintahan di daerah Kabupaten Kudus.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Temu menceritakan bagaimana dr. Ramelan tidak pernah mematok tarif mahal dan kerap menggratiskan biaya berobat bagi warga kurang mampu yang datang menemuinya.

Pendekatan sosial yang humanis tersebut membuat namanya harum dan terus dikenang lintas generasi oleh masyarakat Kudus sebagai dokter pribumi pertama yang sangat berjasa besar bagi kemanusiaan.

“Kalau yang berobat itu tidak punya apa-qpa, ya tidak apa-qpa. Nah, nanti kalau biasanya petani panen itu, mereka pada ngasih ngasil bumi,” ceritanya.

Kiprah dr. Ramelan ternyata tidak hanya berhenti di lingkup lokal Kabupaten Kudus semata, melainkan merambah ke kancah nasional hingga kemiliteran.

Berkat dedikasi dan pengabdiannya yang luar biasa, namanya bahkan diabadikan sebagai salah satu nama rumah sakit di Surabaya, mengenang statusnya dahulu yang pernah mencapai pangkat Kolonel di jajaran Angkatan Laut RI. ***