“Alhamdulillah ini ada bantuan armada dari TNI jadi bisa menambah kapasitas orang yang mau menyeberang. Biasanya kan hanya pakai satu perahu,” ceritanya.
Untuk operasional, bahan baku perahu Sukirman biasanya mendapat bantuan dari warga. Meskipun, bensin lebih sering dibelinya sendiri.
“Saya bensin beli sendiri. Tapi kadang ada juga warga yang membantu ngasih bensin buat bahan bakar,” ungkapnya.
Pengguna jasa perahu Sukirman, mengaku terbantu dengan bantuan yang diberikan. Yakni Suwarti, ketika ingin menjual kangkung hasil panennya sering menyeberang dengan perahu milik Sukirman.
“Merasa terbantu sekali. Kalau tidak ada Pak Sukirman saya perlu jalan lewat akses utama yang banjirnya cukup tinggi dan harus pakai getek,” ungkapnya.
Namun ketika ada perahu Sukirman, semuanya jauh lebih mudah ketika ingin menyeberang. Suwarti pun bercerita, bahwa saat ia ingin memberikan uang kepada Sukirman sebagai upah, uang tersebut malah ditolak. Atas kebaikan Sukirman, Suwarti pun berterimakasih dan merasa sangat terbantu.***
