“Kecamatan Kota ini memiliki banyak sekolah, termasuk sekolah swasta berbasis Islam. Karena itu, potensi anak-anak dalam kegiatan PAI cukup beragam dan kami berharap bisa muncul talenta-talenta terbaik,” katanya.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, penyelenggara turut memperhatikan proses penjurian. Dewan juri dipilih dari kalangan yang dinilai profesional, sementara panitia pendamping diminta lebih cermat dalam membantu proses penilaian.
“Untuk menjaga supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami memilih juri yang profesional. Panitia pendamping juri juga harus lebih teliti dalam proses penilaian,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Kurikulum pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Maulana Majid, menilai MAPSI dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini belum banyak diketahui.
“Kami berharap melalui kegiatan ini muncul talenta-talenta anak yang selama ini mungkin masih terpendam, khususnya di bidang pendidikan agama dan seni Islam,” katanya.
Ia menambahkan, para juara tingkat kecamatan akan mengikuti seleksi tingkat kabupaten pada 14 Oktober 2026 dan selanjutnya peserta terbaik akan mewakili Kudus di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Kami berharap semua sekolah dapat mendukung dan mengikuti program maupun perlombaan ini. Dari sini kita ingin mengeluarkan talenta-talenta terbaik anak-anak di bidang pendidikan agama,” pungkasnya. ***
