Menurut Anam, capaian tersebut tidak lepas dari persiapan yang dilakukan para atlet sebelum bertanding. Selama sekitar satu bulan, atlet yang dipersiapkan mengikuti kejuaraan menjalani latihan secara intensif.
Latihan dilakukan dalam dua sesi. Pada pagi hari, para atlet melakukan latihan mandiri di rumah masing-masing sesuai arahan pelatih. Salah satu bentuk latihan yang dilakukan yakni berlari selama 30 hingga 60 menit.
Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya tahan dan kesiapan fisik atlet. Sementara pada sore hari, para atlet berkumpul untuk menjalani latihan bersama pelatih dengan fokus pada teknik pencak silat.
Persiapan tersebut menjadi bekal bagi para atlet sebelum tampil di Surabaya Championship 2. Meski sempat merasakan gugup pada awal pertandingan, para atlet mampu menjalani pertandingan hingga membuahkan hasil positif.
“Meski waktu main ada sediki gugup pas awal, tapi semuanya senang dengan hasil ini,” ujar Anam.
Usai mengikuti kejuaraan, kegiatan UKM Tapak Suci UMKU tetap akan berjalan dengan latihan rutin. Namun, intensitas latihan akan dibuat lebih ringan dibandingkan saat memasuki masa persiapan pertandingan.
Ke depan, Anam juga berencana memberikan kesempatan yang lebih besar kepada anggota UKM Tapak Suci UMKU untuk mengikuti berbagai kompetisi pencak silat.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kejuaraan tidak hanya menjadi sarana untuk mengejar prestasi, tetapi juga memberikan pengalaman bertanding bagi mahasiswa.
Ia berharap prestasi yang diraih para atlet Tapak Suci dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UMKU lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan mengukir prestasi di berbagai bidang.
“Harapannya, makin banyak mahasiswa UMKU berprestasi di segala bidang,” pungkasnya.***
