Ketua Lesbumi Kudus, Abud SB Runcing, mengapresiasi keberanian siswa sekolah dasar membaca puisi di depan khalayak ramai. Menurutnya kesenian seperti membaca puisi menjadi salah satu kegiatan positif yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Anak adalah investasi masa depan, tidak hanya untuk keluarga melainkan juga untuk zaman. Diantara canda riangnya tersimpan banyak harapan, tinggal bagaimana kita menempanya dan menjaganya. Jangan renggut masa mereka bermain dengan teman maupun keadaan,” katanya.
Abud menyampaikan bahwa saat ini tantangan terbesar adalah teknologi digital seperti media sosial. Seorang akan lebih mudah terpengaruh ketika memasuki dunia maya apalagi anak remaja yang baru puber.
Orang tua harus membekali anaknya dengan agama yang kuat sehingga pengaruh media digital tidak mudah diserap oleh seorang anak.
“Anak adalah titipan dan amanah Allah yang diberikan kepada seorang. Maka orangtua harus bertanggung jawab terhadap perkembangan kehidupan buah hatinya dari pengaruh negatif yang merusak moralnya,” pungkasnya. ***
