KUDUS, ZONANEWS.ID – Liga Desa Kabupaten Kudus 2025 resmi ditutup pada Minggu sore, 21 Desember 2025. Gelar juara berhasil disandang oleh tim Desa Kalirejo usai menumbangkan tim dari Desa Jati Wetan dengan skor telak 2-0.
Liga Desa menjadi ajang kompetisi sepakbola antar desa yang diselenggarakan perdana oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kerjasama Pemkab Kudus.
Laga yang berlangsung di New Ndoro Stadium Desa Cranggang, Kecamatan Dawe, Kudus tersebut, berlangsung dengan sengit. Pada babak terakhir bahkan sempat terjadi ketegangan antar suporter yang tak puas dengan hasil wasit.
Gol pertama tim Desa Kalirejo disumbangkan oleh sang kapten, Anas, di babak pertama. Striker, Dita menambah skor dengan puas di babak kedua, yang membuat laga berakhir dengan kemenangan telak tanpa gol balasan dari lawan.
Tim Kalirejo terlihat mendominasi selama pertandingan. Sayangnya beberapa peluang gagal dikonversi menjadi hol karena kurangnya ketenangan pemain.
Sebaliknya, skuad Jati Wetan berusaha menyerang untuk menipiskan ketertinggalan. Hingga menit terakhir, tim Kalirejo berhasil mengamankan gawang sehingga keluar sebagai juara.
Pelatih Tim Desa Kalirejo, Subkhan mengaku bangga anak asuhnya berhasil keluar sebagai juara. Dia bersyukur adanya kompetisi Liga Desa Kudus 2025 yang bisa membantu pengembangan sepakbola lokal di tingkat desa.
“Alhamdulillah, senang tim kami sudah berusaha maksimal dan bisa mencuri dua gol,” ujar Subchan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengapresiasi gelaran Liga Desa yang diselenggarakan di Kabupaten Kudus. Dia melihat tingginya antusias masyarakat dalam mengikuti Liga Desa yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
“Kemendes PDTT mewadahi kompetisi ini sehingga antusias masyarakat desa yang ingin berolahraga dan kompetisi sangat tinggi. Semoga ke depan bisa berjalan rutin dan muncul atlet profesional,”ungkapnya.
Harapan serupa disampaikan oleh Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton yang turut menyaksikan jalannya pertandingan. Ia menilai kegiatan ini bisa menjadi tali silaturahmi dan membantu tumbuhnya atlet-atlet muda di tingkat desa.
“Meskipun di tengah pertandingan ada sedikit ketegangan, tapi antusias masyarakat sangat tinggi dan support suksesnya Liga Desa,” ujar Bellinda.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT Farida Kurianingrum menyatakan, Liga Desa ini menjadi bagian dari penyambutan Hari Desa yang akan digelar pada 15 Januari 2025 mendatang.
Dia menilai Liga Desa bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga wadah untuk membangun kebersamaan, silaturahmi dan partisipasi aktif dari masyarakat desa. ***
