Lewat Kejuaraan Klub Mitra, PB Djarum Berupaya Tingkatkan Kompetensi Atlet Muda

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum tahun 2024 yang berlangsung di GOR Djarum, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, pada hari Jumat, 23 Februari 2024. (NILA)

Dalam acara tersebut, para pelatih klub mitra berbagi pengetahuan dan pengalaman serta tantangan dalam membina atlet usia dini.

Richard Mainaky menjelaskan, selama sharing session, ia lebih banyak berbagi pengalamannya sebagai pelatih selama ini. Hal itu diharapkannya mampu memotivasi para pelatih dari klub-klub mitra PB Djarum yang hadir.

“Saya menitikberatkan membangun motivasi, sebelum hal teknis, karena hal pertama yang perlu dimiliki seorang pelatih adalah instinct atau naluri. Dari pengalaman saya, bakat itu bisa dibentuk. Sebelum bakat, pelatih itu harus jeli dalam melihat aura seorang atlet,” ujar pelatih yang yang mengantarkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjemput medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 tersebut.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, untuk memompa motivasi para atlet muda agar bisa mengasah kemampuan dan bakat seoptimal mungkin, Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2024 juga menyelenggarakan meet & greet bersama Tontowi Ahmad.

Di hadapan para atlet muda, Owi, sapaan Tontowi, menguraikan pengalamannya saat berlatih dan mengasah diri hingga mampu meraih podium tertinggi di kancah bulu tangkis dunia.

Di samping itu, ia juga berharap Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum dapat menjadi salah satu wadah yang mampu mendorong proses regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia.

“Kehadiran Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2024 ini mudah-mudahan dapat membangkitkan motivasi anak-anak terhadap olahraga bulu tangkis dan memiliki target dalam bertanding,” kata Owi.

Berangkat dari sebuah kejuaraan seperti ini, Owi berharap tumbuh keinginan besar para atlet muda dalam bermain bulu tangkis serta semangat dalam berlatih.

“Harapannya mereka dapat meneruskan kiprah para seniornya di pelatnas untuk menembus gelar juara dunia, Olimpiade, atau All England,” kata Owi, yang bergabung dengan PB Djarum pada 2005.

Dengan kejuaraan ini, Owi menilai bahwa hal ini bisa dimanfaatkan pelatih dalam melihat kemampuan anak didiknya. Termasuk pada diri atlet sendiri, mereka bisa menilai seberapa besar kemampuan mereka dalam bermain bulu tangkis.

“jadi kalau ada yang permainannya lebih bagus, mereka bisa termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya bermain lebih bagus lagi,” ujar peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 sektor ganda campuran tersebut.***