Ia menambahkan, setiap siswa yang mendaftar ke ASTI terlebih dahulu melalui proses seleksi baik dari jalur mandiri maupun dari jalur beasiswa.
“Untuk jalur beasiswa sesuai kualitasnya. Rata-rata yang berkualitas tidak banyak, paling yang beasiswa sekitar 10-11 anak. Tiap tahun kita buka ajaran baru, per Kelompok Umur (KU) sebanyak 25 anak,” beber dia.
“Dari tahun-tahun kita makin banyak siswanya. Jadi untuk pembinaannya kita tidak terpusat jadi yang di Kudus kita batasi tiap KU 25 anak. Mangkanya kita buka cabang-cabang di kota lain untuk memaksimalkan pembinaannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Arindi Arjuna Putra siswa baru ASTI Kudus dari Kalimantan Timur, mengaku senang bisa mengikuti latihan perdana sebagai siswa ASTI. Ia mengaku, mengetahui ASTI Kudus melalui pelatihnya waktu berada di SSB Soccer.
“Tau dari pelatih, dulu waktu di Kutai ikut SSB Telen Soccer waktu kelas 4 SD. Alasan pindah ke ASTI Kudus supaya bisa jadi lebih baik,” katanya.***
