Melihat kedua temannya tenggelam dan tidak muncul ke permukaan, bocah yang selamat langsung berlari panik menuju rumah untuk meminta pertolongan ke orangtuanya.
Warga yang mendengar teriakan tersebut segera mendatangi lokasi dan melakukan pencarian serta evakuasi.
“kedua korban ditemukan meninggal dan dibawa kerumah RSI Yakis Kudus untuk menjalani pemeriksaan sebelum dikembalikan kerumah duka,” jelas Eko.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa kubangan bekas galian C tersebut sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak.
Selain kedalaman yang tidak terlihat jelas, area tersebut juga tidak dilengkapi pagar pengaman maupun rambu peringatan.
Kondisi ini membuat lokasi kerap dijadikan tempat bermain oleh anak-anak sekitar, terutama saat cuaca panas.***
