“Untuk penambahan inlet kita memakai mekanisme anggaran rutin. Kami memiliki stok untuk pemasangan inlet atau grill tersebut. Nanti grill lama juga akan dimodifikasi menggunakan besi siku atau besi beton agar aliran air lebih cepat masuk dan tidak mudah tersumbat sampah,” jelasnya.
Selain menambah inlet, seluruh saluran drainase di kawasan tersebut akan dibersihkan agar aliran air dapat mengalir lancar menuju Sungai Gelis sebagai saluran pembuangan utama.
Hary menambahkan, pekerjaan tersebut akan menggunakan anggaran pemeliharaan rutin sehingga tidak memerlukan alokasi anggaran baru.
Pemasangan inlet ditargetkan mulai dilaksanakan pada pekan depan. Sebelum pekerjaan dimulai, tim teknis akan melakukan pengukuran elevasi karena ditemukan beberapa titik cekungan yang memengaruhi arah aliran air.
“Kita sisir dulu. Tadi ditugasi Pak Bupati untuk menembak elevasi karena ada beberapa daerah cekungan. Setelah diketahui kemiringannya, nanti kita bisa menentukan arah aliran air agar lebih efektif,” kata Hary.
Ia menambahkan, curah hujan yang sangat tinggi dalam dua tahun terakhir turut menjadi faktor penyebab genangan di Jalan Kiai Telingsing.
“Di tahun 2025 hingga awal 2026 memang curah hujannya luar biasa, bisa enam sampai tujuh kali lipat dibanding hujan normal. Karena itu kami juga melakukan berbagai upaya untuk mengurangi debit air yang masuk ke Jalan Telingsing, terutama dari sisi utara yang alirannya sangat deras,” pungkasnya.***
