Kudus Sukses Tangani Angka Kematian Ibu: Cegah Sejak Remaja

Pertemuan Koordinasi Program Kesga-Gizi bersama lintas program dan lintas sektor, di @hom Kudus, Rabu, 7 Desember 2022. (MIA)

“Kita lakukan pada saat ibu belum hamil, kita lakukan saat dia remaja, baik remaja putri maupun putra, dengan melakukan sosialisasi dan edukasi,” tuturnya.

Kemudian, pihaknya juga menggalakkan program tersebut agar bisa diaplikasikan oleh semua fasilitas kesehatan yang ada di Kudus. Tidak hanya itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan masyarakat dan sektor yang terkait, seperti PKK, Dinas Sosial, Kader, hingga BPJS Kesehatan Kudus.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri, memang buruh support dari semua pihak, terkhusus oleh masyarakat yang ada disekitarnya,” tandasnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Bupati Kudus Samani memberikan dukungan penuh atas program yang telah digalakkan oleh DKK Kudus. Dirinya juga mengajak seluruh elemen kesehatan untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat pentingnya menjaga kesehatan kehamilan.

“Jangan nikah terlaku muda, kalau perempuan itu 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Kalau ada sesuatu diperiksakan, kalau mau punya anak jangan terlalu dekat, dan juga kalau ada komorbid segera ditangani,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta agar DKK Kudus memaksimal dari keberadaan bidan, kader, PKK, hingga karang taruna ikut diikutsertakan dalam hal edukasi masyarakat.

“Termasuk kader kita, terutama PNS, saya sampaikan jangan terlalu eksklusif tapi peduli juga dengan tetangga lainnya, bila perlu dibantu dan didampingi,” pungkasnya. ***