KUDUS, ZONANEWS.ID – Pencak silat, seni olahraga bela diri tradisional Indonesia, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat setelah Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan agar olahraga tersebut dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah sebagai muatan lokal.
Wacana ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang menganggap pencak silat sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Salah satu respons positif datang dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Mutrikah.
“Pencak silat merupakan olahraga seni bela diri tradisional yang sudah tercatat sebagai warisan budaya tak benda UNESCO,” ungkapnya.
Mutrikah menekankan pentingnya muatan lokal ini dalam kurikulum sekolah, terutama di tingkat dasar dan menengah. Hal ini menurutnya dapat membekali anak-anak dengan keterampilan bela diri yang tidak hanya bermanfaat secara fisik, tetapi juga mental.
“Saya kira sangat bagus ketika pencak silat bisa masuk ke kegiatan siswa. Ini bisa menambah keterampilan anak, utamanya teknik bela diri yang bisa bermanfaat ketika orang lain membutuhkan,” tambahnya.
Selain aspek budaya dan keterampilan fisik, pencak silat juga diyakini dapat memberikan dampak positif pada pembentukan karakter anak. Seni bela diri ini mengajarkan disiplin, rasa hormat, serta ketahanan mental, yang penting dalam proses pendidikan.
