Kudus Kini Punya Rumah Mualaf MUI

Para pengurus Rumah Mualaf MUI Kudus (tengah) bersama tamu undangan berdiri dalam proses pelantikan yang berlangsung di IAIN Kudus. (NILA)

Sebelum mengakhiri sambutannya, Annashom mengucapkan selamat kepada para pengurus yang dilantik. Dalam pendampingan, pengurus memiliki kewajiban membuat rasa nyaman saat didampingi.

Tidak berbeda jauh, Bupati Kudus HM Hartopo juga mengatakan bahwa keberadaan Rumah Mualaf MUI Kudus sangat dibutuhkan. Terlebih banyak orang memeluk agama Islam karena berbagai alasan. Ada yang karena cinta, ekonomi, dan lainnya.

“Maka dari itu perlu adanya pendampingan. Perpindahan agama itu hal sakral, jadi mualaf harus didampingi terus menerus,” kata Hartopo.

Bacaan Lainnya

Dalam membimbing mualaf, bisa dilakukan dengan mendampingi dalam hal psikologisnya. Sebab, kehidupan orang-orang yang berpindah agama dikatakan Hartopo tidak selalu mulus. Ada banyak gejolak yang akan ditemui dan di saat itu lah pendmapingan diperlukan agar mualaf tetap tegak memeluk agama Islam.

“Aturan setiap agama itu berbeda. Syariatnya pun berbeda. Jadi (mualaf) perlu mendapat arahan yang jelas. Semoga para pengurus yang dilantik hari ini betul-betul mengarahkan dan membimbing untuk tujuan yang baik. Harapan kami, mualaf orientasinya cuma satu, memeluk agama Islam beserta mengikuti aturan dan perintah yang ada,” terang Hartopo.

Untuk itu, sebagai pemilik kebijakan tertinggi di Kabupaten Kudus, Hartopo akan terus membantu Rumah Mualaf MUI dalam mendampingi setiap mualaf yang ada. Artinya, bantuan apa yang perlu dukungan Pemerintah Daerah, akan dibantu. Pengurus pun diminta Hartopo untuk sering bersinergi dengan Pemkab Kudus dalam mewujudkan setiap programnya.***