Lalu pada rentan usia 19-59 tahun, tercatat ada 104 kasus. Rinciannya, pada Januari ditemukan 8 kasus, Februari ada 11 kasus, Maret ada 15 kasus, April ada 18 kasus, Mei ada 11 kasus, Juni ada 10 kasus, Juli ada 18 kasus dan Agustus ada 13 kasus.
“Sedang pada rentan usia 60 tahun atau ke atas, hingga Agustus kemari ditemukan 7 kasus. Pada Januari 1 kasus, April 2 kasus, Mei 1 kaasus, dan Agustus 3 kasus,” paparnya.
Melihat kondisi tersebut, Eni menekankan bahwa perlu adanya perhatian khusus untuk menekan angka kasus ODHIV di Kabupaten Kudus. Salah satunya, melalui edukasi dan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini.
Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi awal gejala maupun keberadaan kasus HIV. Terutama, bagi mereka yang berada dalam kelompok rentan berisiko penularan HIV. Seperti, kalangan LSL yang mendominasi jumlah kasus di Kudus.
“Pemeriksaan dan pengobatan sejak dini sangat penting agar HIV tidak berkembang menjadi AIDS dan bisa ditangani dengan baik,” tutupnya. ***
