Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2026 Kabupaten Kudus, dr Renni Yuniati, menyampaikan bahwa keberagaman agenda tersebut sengaja disiapkan agar peringatan Hari Santri dapat melibatkan lebih banyak kalangan.
“Kami menyiapkan rangkaian kegiatan yang mencakup bidang keagamaan, kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga kegiatan yang melibatkan generasi muda. Harapannya Hari Santri tahun ini bisa dirasakan dan diikuti bersama oleh masyarakat Kudus,” kata Renni.
Menurut Renni, masyarakat juga dapat mengikuti sejumlah kegiatan yang memang disiapkan secara terbuka. Selain NU Expo & Bazaar, terdapat cek kesehatan gratis, festival kuliner dan kegiatan sosial.
Ia menambahkan, koordinasi lintas lembaga terus dilakukan mengingat rangkaian Hari Santri tahun ini melibatkan banyak badan otonom dan lembaga di lingkungan NU.
“Kami berharap seluruh rangkaian dapat berjalan lancar. Karena kegiatannya melibatkan banyak lembaga dan badan otonom, koordinasi dengan berbagai pihak terus kami lakukan,” ujarnya.
Rangkaian peringatan kemudian memasuki agenda puncak melalui Apel Hari Santri 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Tiga hari berselang, rangkaian Hari Santri tingkat Kabupaten Kudus akan ditutup dengan Mlampah Sareng Santri 2026. Kegiatan tersebut kembali dipusatkan di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan dukungannya terhadap seluruh agenda yang telah disusun panitia.
Ia meminta panitia menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, agar kebutuhan selama pelaksanaan kegiatan dapat dipersiapkan secara matang.
“Kami mendukung penuh rangkaian Hari Santri yang sudah disiapkan. Silakan panitia berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk OPD terkait, agar pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan sukses,” kata Sam’ani.***
