“Jawa Tengah baru pertama kali ini dalam sejarah menjadi juara umum kedua selama mulai adanya MTQ sampai sekarang. Sebelumnya Jawa Tengah paling mentok di peringkat yang tertinggi itu di lima besar,” pungkasnya.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi capaian para peserta yang telah membawa nama Kabupaten Kudus di tingkat nasional. Ia menyebut prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi daerah, terlebih Kudus dikenal sebagai Kota Kretek sekaligus Kota Santri.
“Hari ini adalah laporan dari peserta MTQ nasional. Dari beberapa kategori kita memenangkan enam. Walaupun ada juara dua, tiga, semua membawa nama baik Kabupaten Kudus,” kata Sam’ani.
Sam’ani berharap prestasi tersebut dapat memberikan motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang Al-Qur’an.
Pemerintah Kabupaten Kudus, kata dia, akan terus memberikan dukungan sekaligus menjadikan pengalaman MTQ Nasional 2026 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan persiapan pada kompetisi berikutnya.
Selain dukungan pembinaan, pemerintah daerah juga menyampaikan adanya tali asih melalui Baznas sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta berprestasi.
Sam’ani juga membuka peluang bagi para qori dan peserta berprestasi untuk dilibatkan dalam kegiatan keagamaan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
“Kita pantau nanti kalau ada giat di Pemkab kita undang sebagai qori untuk pembukaan atau acara keagamaan di Kabupaten Kudus,” ujarnya. ***
