Konsentrasi hingga Kekuatan Kaki Jadi Kunci, Woodball Kudus Bidik Prestasi di Porprov 2026

Latihan intensif atlet woodball di wilayah Lapangan SMA 2 Bae Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

Mayoritas atlet Woodball Kudus saat ini berada pada rentang usia 20 hingga 30 tahun. Namun, olahraga tersebut memiliki batas usia minimal 12 tahun dan tidak menetapkan batas maksimal.

Kondisi tersebut membuat Woodball Kudus memiliki peluang untuk melakukan regenerasi atlet sejak usia muda. Saat ini bahkan terdapat atlet yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Namun, mayoritas atlet senior telah memiliki pekerjaan dan keluarga. Karena itu, jadwal latihan intensif menyesuaikan aktivitas mereka dan dipusatkan pada akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Bacaan Lainnya

Di tengah persiapan menghadapi Porprov, Woodball Kudus masih menghadapi kendala fasilitas. Hingga kini belum tersedia lapangan khusus atau private yang steril dan cukup luas untuk menunjang latihan secara maksimal.

Dari sisi prestasi, Woodball Kudus memiliki catatan yang cukup baik pada ajang Porprov. Pada Porprov 2018 Woodball Kudus bahkan mampu melampaui target awal.

Saat itu, Kudus berhasil membawa pulang empat medali emas, dua perak, dan empat perunggu. Sementara pada Porprov 2023, Woodball Kudus meraih satu medali perak dan empat perunggu.

Gatot menilai Woodball merupakan cabang olahraga multi-event yang memiliki peluang besar untuk menyumbangkan banyak medali. Karena itu, dukungan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan prestasi atlet.

Selain fisik dan teknik, aspek mental juga menjadi perhatian. Konsentrasi menjadi kunci karena tekanan dari lawan dalam pertandingan atau pairing dapat memengaruhi kondisi psikologis atlet.

Tekanan tersebut dapat membuat fokus menurun dan berimbas pada ketidakstabilan swing atau pukulan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengurus terus memberikan dukungan moral dan membangun rasa tanggung jawab atlet terhadap tim.

Untuk jangka panjang, Woodball Kudus berencana memperkuat program regenerasi melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Kudus. Pengenalan woodball kepada pelajar diharapkan dapat memperluas basis atlet sekaligus menemukan bibit-bibit baru.

Pengurus juga berencana menggelar kompetisi internal secara rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali. Kompetisi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman bertanding kepada atlet muda sekaligus mencegah kejenuhan dalam menjalani latihan.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Woodball Kudus berharap target satu emas, satu perak, dan satu perunggu pada Porprov Jateng 2026 dapat tercapai.

Dalam jangka panjang, pengurus ingin Woodball Kudus terus berkembang dan mampu berprestasi di tingkat regional hingga nasional. Dukungan fasilitas, khususnya lapangan khusus, juga diharapkan dapat segera terealisasi sehingga pembinaan atlet berlangsung lebih optimal.

“Kami berharap woodball Kudus bisa terus berpartisipasi dan berprestasi di tingkat regional maupun nasional, dan yang paling kami harapkan adalah adanya lapangan khusus agar fokus, mentalitas, serta persiapan atlet ke depan bisa jauh lebih maksimal,” pungkas Gatot.***