Kondisi Bayi yang Ditinggalkan di Karangampel Kudus Membaik, Pemkab Siapkan Penanganan Lanjutan

Ketua TP PKK, Endhah Sam'ani Intakoris bersama Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial P3AP2KB didampingi jajaran RSI Sunan Kudus meninjau langsung kondisi bayi tersebut. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

“Dedek bayinya lucu, rambutnya lumayan tebal, imut, lucu, gemes. Tadi beratnya 2,6 kilogram, panjangnya 49,” ungkap Endhah.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kondisi tali pusat bayi yang sudah terpotong ketika ditemukan. Hal itu menjadi perhatian karena tidak diketahui alat yang digunakan untuk memotong tali pusat tersebut.

“Sudah dicek tidak ada infeksi, karena kita tidak tahu memotong tali plasentanya pakai apa,” katanya.

Bacaan Lainnya

Setelah penanganan medis selesai, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial akan menyiapkan langkah berikutnya. Salah satu rencana yang disiapkan yakni membawa bayi ke Panti Wiloso Tomo di Salatiga untuk mendapatkan pengasuhan.

Di sisi lain, kabar mengenai bayi tersebut telah menarik perhatian masyarakat. Endhah menyebut ada tujuh orang yang telah menyatakan keinginan untuk mengadopsi bayi tersebut.

Namun, pemerintah memastikan proses adopsi harus dilakukan sesuai ketentuan. Calon orang tua angkat tidak dapat langsung mengambil bayi dari rumah sakit.

“Sudah ada tujuh yang ingin mengadopsi. Tapi prosedur untuk adopsi itu tidak segampang itu. Ada prosedur yang harus ditempuh,” tegasnya.

Ahmad mengatakan beberapa orang juga telah mendatangi RSI Sunan Kudus untuk menanyakan kondisi bayi maupun kemungkinan adopsi. Pihak rumah sakit kemudian mengarahkan mereka kepada Dinas Sosial.

“Ada beberapa yang datang, tapi kita semua arahkan ke Dinas Sosial,” ujarnya.

Endhah berharap kasus bayi yang ditinggalkan tersebut menjadi kejadian terakhir di Kudus. Ia mengingatkan masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam merawat bayi agar mencari bantuan melalui pemerintah.

“Kalau memang tidak mampu untuk merawat bayi yang dilahirkan, bisa dikomunikasikan dengan Dinsos,” pungkasnya.***