“Perawatan pribadi sebesar 0,30 persen, penyedia makanan dan minuman 0,17 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen,” paparnya.
Kemudian untuk 5 komoditas pendorong inflasi di bulan Mei 2024, imbuh Eko, yakni cabai rawit, Sigaret Kretek Mesin (SKM), tarif parkir, telur ayam, dan bawang merah.
“Untuk cabai rawit dengan andil inflasi 0,06%, SKM andil deflasi 0,04%, tarif parkir dan telur ayam ras masing-masing 0,03%, dan bawang merah dengan andil inflasi 0,02%,” terangnya.
Eko menegaskan, tingkat iInflasi di Kudus cenderung masih aman. Namun demikian, pihaknya meminta untuk tetap berhati-hati dengan perubahan yang bisa saja terjadi.
“Persediaan bahan pangan, kekeringan, dan perubahan iklim harus tetap diwaspadai agar tidak ada inflasi yang dalam,” pintanya.
